Senin, 25 Agustus 2014

Perbedaan Trading Forex Dan Saham

Persamaan

Sedemikian pula dalam saham, dalam trading forex, tujuan utama adalah mendapatkan keuntungan dari selisih pergerakan harga. Namun ada beberapa hal yg membedakan keduanya. Banyak orang beranggapan bahwa forex lebih 'seksi'. Mari kita lihat perbandingannya. 

Perbandingan

Kapitalisasi
Tidak ada yg lebih besar dari pasar forex, didalam pasar apapun dan jenis apapun. Forex tetaplah yg terbesar. Sehingga dapat dikatakan pasar forex adalah sangat likuid. Untuk perbandingan, jika kita melihat pasar saham BEJ transaksi jual beli adalah berkisar 4-7 Trilyun/Hari. Sedang kan pasar forex dunia adalah 3.5 Trilyun Dollar(Ingat dalam Dollar), yang berarti 1000 x lipat lebih besar. Anda bisa coba menghitung sendiri berapa nol nya :) 

Pasar 24 Jam dan non stop.
Pasar Forex adalah pasar 24-jam tanpa batas. Broker buka dari hari Minggu pukul 14:00 EST hingga Jumat pukul 16:00 EST dengan layanan pelanggan yang tersedia 24 / 7. Dengan kemampuan untuk melayani perdagangan pasar AS, Asia, dan pasar Eropa, Anda dapat menyesuaikan jadwal trading Anda sendiri. Bandingkan dengan contoh bursa saham lokal(BEJ), buka hanya saat hari kerja(senin s/d jumat) pada jam 09.30 s/d 16.00. Bagi Anda yg bekerja formal(kantoran) pasti ini akan bentrok dengan jadwal Anda.

Bebas Komisi
Kebanyakan broker forex tidak mengenakan biaya tambahan(komisi atau biaya transaksi). Broker telah mengambil jasa dari spread antara jual/beli. Sedangkan untuk saham(BEJ) anda harus membayar fee 0.15% s/d 0.3% dari jual/beli. 

Kecepatan transaksi/Order 
Anda tidak perlu mengantri untuk sesegera mungkin melakukan transaksi/order. Beda dengan saham dimana Anda harus menunggu giliran agar pesanan Anda dapat di realisasika. Dalam forex tidak perlu, pasar yg teramat besar memungkinkan jumlah pembeli dan penjual tidak terbatas. 
Meskipun demikian perlu diingat bahwa broker dapat sesegera mungkin melayani order Anda dengan catatan pasar normal, suatu kondisi dimana pergerakan harga sangat ekstrim(volatile), broker mungkin akan menunda order Anda dalam sesaat.

Potensi keuntungan dua Arah 
Berbeda dengan saham atau ekuitas, dalam forex Anda bisa mendapatkan keuntungan dua arah, baik saat pasar naik, turun, ataupun kemana harga/pasar akan bergerak. Dalam saham ada istilah short sell(bertujuan memperoleh keuntungan saat harga saham turun), Ya memang mirip, namun Anda tidak bisa melakukannya pada semua saham, hanya pada saham-saham tertentu saja.

Kompleksitas
Ada sekitar 4.500 saham yang tercatat di Bursa Saham New York. 3500 lainnya terdaftar di NASDAQ. Kira-kira saham mana yang akan Anda perdagankan/pilih ? Punya cukup waktu untuk tetap mengikuti di atas begitu banyak perusahaan/saham ? 
Dalam perdagangan forex, ada puluhan mata uang yang diperdagangkan, namun sebagian besar pasar perdagangan adalah pada 4 pair utama(USD,EURO,GBP,YEN). Bukankah empat pasang jauh lebih mudah untuk diawasi daripada ribuan saham? 

Bebas Bandar 
Anda pasti sering dengan istilah 'gorengan' dalam saham, khususnya dalam pasar saham lokal/BEJ. Nah, mengapa suatu saham bisa digoreng ? Karena ada seseorang/kumpulan orang/lembaga finansial, dengan dana yg cukup kuat, membeli terus-menerus suatu saham. Hal ini membuat seolah-olah suatu saham sedang naik, dan banyak individual trader yg terpengaruh untuk ikut-ikutan membeli saham tersebut. Pada saat harga telah naik sesuai dengan keinginan bandar, bandar sesegera mungkin menjual saham tersebut(bandar untung).
Bagaimana dengan forex ? Sederhana saja, kira2 butuh modal berapa untuk menggerakan pasar senilai 3.5 Trilyun Dollar, Intinya duit siapa yg ada sebanyak itu.
Mungkin hanya negara China yg bisa karena menurut informasi memiliki cadangan devisa 4 Trilyuan Dollar. Tapi apa mau dia berisiko mempertaruhkan semua uang hanya untuk 1 hari trading. :)

Rumor
Dalam saham sebuah rumor atau gosip.. kecil2 an, akan mampu menggerakkan harga. Apalagi kalau rumor ini kadang dikemas dalam bentuk yg profesional, semisal panduan TA saham dan dilakukan di TV, radio, dsb.. Kadang ini bisa menggerakkan harga saham. Namun dalam forex bisa dikatakan tidak mungkin. Apakah bisa menyebarkan rumor sampai ke telinga seluruh trader di dunia? Anda jawab sendiri :) 

Skope
Dalam perdagangan forex, berarti kita terikat secara global/internasional ke pasar keuangan di seluruh dunia. Bila kita bermain saham lokal, maka yang harus Anda perhatikan adalah ekonomi Indonesia. Dan pergerakan harga saham lokal(IHSG), tidak akan pernah bisa berpengaruh ke dalam perdagangan forex(semisal terhadap harga pair EUR/USD). Namun kondisi global dan sentimen yg terjadi di pasar forex, adakalanya dapat berimbas hingga ke saham-saham lokal atau saham negara tertentu. Alasannya adalah semisal saat ini EUR/USD naik (pasar/nilai US turun), hal ini bisa dilihat bahwa ekonomi US sedang turun. Biasanya kalau ekonomi US turun saham-saham AS juga pada turun, esoknya bisa berimbas ke BEJ. 

Tabel Perbandingan Forex dan Saham 
Tabel Perbandingan Forex VS Saham
 ForexSaham
24 Jam Non StopYaTidak
KapitalisasiTidak TerbatasTerbatas
LikuiditasYaSaham tertentu
KecepatanTidak perlu AntriAntrian
Pergerakan HargaKeuntungan 2 arahHanya saat naik saja
PengaruhBebas pengaruhBandar/Rumor
SkopeGlobal/DuniaTerbatas hanya pada negara

Jadi...? Pilih Forex atau Saham..?

Cara Mendapatkan Uang Dari Trading Forex

Pendahuluan

Di dalam pasar FX kita membeli atau menjual mata uang. Dimana mekanisme perdagangan adalah sangat mirip dengan di pasar lain pada umumnya(semisal saham). Jadi cukup sederhana, dan apabila anda telah memiliki pengalaman dalam saham seyogyanya Anda tidak akan menemui kesulitan didalam melakukan trading forex. Tujuan dari perdagangan forex adalah mengharapkan bahwa harga akan berubah dimana mata uang yg anda beli mengalami peningkatan nilai, sehingga Andamemperoleh keuntungan dari selisih nilai tersebut.

Contoh PerdaganganEURUSD
Anda membeli 10,000 euros pada pair EUR/USD pada nilai tukar 1.18+10,000-11,800*
1 minggu kemudian, anda menukar 10,000 kembali ke US dollar pada nilai tukar 1.2500.-10,000+12,500**
Anda memperoleh keuntungan $700.0+700


Nilai tukar/Rate adalah rasio satu mata uang yang dinilai terhadap mata uang lain.
Misalnya, nilai tukar USD / CHF menunjukkan berapa banyak dolar AS dapat membeli satu franc Swiss, atau berapa banyak Swiss franc Anda perlu membeli satu dolar AS. 

Penulisan pasangan/pair forex selalu ditulis dalam pasangan, seperti GBP/USD atau USD/JPY. Alasan mengapa mereka ditulis dalam pola pasangan, adalah karena dalam setiap transaksi valuta asing kita secara bersamaan membeli satu mata uang dan menjual yang lain.

Berikut adalah contoh nilai tukar untuk poundsterling versus dolar AS: GBP/USD = 1,7500 Mata uang pertama yang tercantum di sebelah kiri garis miring ("/") dikenal sebagai mata uang dasar (dalam contoh ini, Poundsterling Inggris), sedangkan yang kedua di sebelah kanan disebut mata uang counter(dalam contoh ini, dolar AS). 

Ketika membeli, nilai tukar memberitahu berapa banyak Anda harus membayar untuk membeli satu unit mata uang dasar. Dalam contoh di atas, Anda harus membayar 1,7500 dolar AS untuk membeli 1 poundsterling Inggris. 

Dalam perdagangan forex, Anda akan membeli sebuah pair/pasangan jika Anda percaya bahwa nilai mata uang dasar akan meningkat atau naik. Dan sebaliknya, Anda akan menjual pasanganjika Anda berpikir mata uang dasar akan terdepresiasi (turun) relatif terhadap mata uang counter.


Transaksi Forex

Beli / Jual (Buy/Sell)
Dalam perdagangan forex istilah yg umum digunakan adalah:
Buy atau Long atau Beli : Jika Anda berpikir mata uang dasar akan naik.
Sell atau Short atau Jual : Jika Anda berpikir mata uang dasar akan turun.

Selisih Penawaran dan Permintaan(Bid/Ask Spread) 
Penawaran(Bid) adalah harga di mana Anda sebagai pedagang akan menjual mata uang dasar.
Permintaan(Ask) adalah harga di mana Anda sebagai pedagang akan membeli mata uang dasar.
Harga penawaran adalah selalu lebih rendah dari permintaan, dan selisih tersebut sering disebut dengan nama Spread. Dalam perdagangan forex didalam selisih ini broker biasanya mengambil keuntungan sebagai biaya jasa mereka.

Close / Tutup Transaksi 
Setelah Anda membeli sebuah pair, tentunya nantinya Anda akan menjual lagi untuk merealisasikan keuntungan. Nah dalam forex hal ini populer disebut dengan Close.
Jadi: 
Jika Semula Anda Buy, untuk menutup berarti CLOSE(Sell)
Jika Semula Anda Sell, untuk menutup berarti CLOSE(Buy) 

Baik sampai disini Anda telah mempelajari 3 utama dalam perdagangan forex yaitu:
Buy/Sell, Close, Harga Bid/Ask, serta Spread 
Selanjutnya mari kita lihat bagaimana kita bisa memperoleh uang dari trading forex(Mungkin ini yg Anda tunggu-tunggu dari tadi)

Keuntungan/Uang dari trading forex

Mari kita lihat sebuah contoh dari penawaran harga yang umum ditampilkan dalam sebuat sistem online forex trading.

GBP/USD
BIDASK
1.28001.2804
SELLBUY

Terlihat diatas bahwa spread forex pada pair GBP/USD, harga bid adalah 1,2800 dan harga ask adalah 1,2804.
Semisal saat ini Anda memperkirakan nilai GBP akan menguat/naik. 
Maka Anda mengambil posisi BUY/beli GBP/USD di 1.2804
Setelah Beberapa waktu, harga berubah(Lihat tampilan dibawah)

GBP/USD
BIDASK
1.28201.2824
SELLBUY

Disini terlihat bahwa apa yg Anda prediksikan benar. Dan nilai GBP/USD bergerak naik.
Nah, saat ini adalah kesempatan Anda untuk bisa merealisasikan keuntungan dengan melakukan CLOSE(Sell), sehingga Close(Sell) GBP/USD di 1.2820

Jadi dari 1 transaksi perdagangan tadi keuntungan yg anda peroleh adalah :
1.2820 - 1.2804 = 16 Pip (Pip adalah pergerakan harga terkecil tersedia dalam mata uang). 

Baik, sekarang pertanyaannya, bagaimana kalau ternyata harga GBP/USD bergerak melawan/tidak sesuai dengan perkiraan Anda.(Lihat tampilan dibawah)

GBP/USD
BIDASK
1.27701.2774
SELLBUY

Jika Anda melakukan CLOSE(sell) pada posisi ini. Berarti :
1.2770 - 1.2804 = -34 Pip(Anda rugi 34 Pip)
Nah, kapan Anda melakukan CLOSE, ini terserah dengan analisa Anda.
Apakah GBP/USD akan terus turun(sebaiknya close sekarang untuk meminimal kerugian), Atau Anda yakin GBP/USD akan kembali naik(Jangan close sekarang, tunggu naik kembali untuk mendapatkan profit(+)) 

Sederhana bukan...

Jadi Pip yg anda peroleh disini berarti adalah keuntungan/uang bagi ANDA.

Selanjutnya, Berapakah nilai uang dari Pip yg diperoleh.??
Pip ini akan setara dengan uang/dollar, bergantung dari jumlah lotbesar kontrak, serta leverage yg anda gunakan. 
Ilustrasi perhitungannya dengan asumsi menggunakan kontrak yg standar. 
Keuntungan($) = Selisih X Contract Size($) X Lot

Jadi dari contoh diatas, Keuntungan($) = 1.2820 - 1.2804(16 Pip) x 100.000($) x 1 = $160 

Keuntungan bagi kita sekarang ini adalah, rata-rata semua platform/software trading dari broker telah melakukan proses perhitungan diatas seacara otomatis.
Sehingga kita dengan mudah mengetahui ekuivalen dari keuntungan kita tanpa perlu susah-susah menghitung lagi. 

Cara Menghitung Keuntungan dan Kerugian di forex

Pergerakan satuan/harga terkecil didalam forex dihitung dalam satuan point/pip. Nilai dari setiap point ini bervariasi sesuai jenis pasangan mata uang (pair). 
Jumlah contract size yang digunakan adalah dalam satuan lot, yaitu:
- Standard lot (100.000$)
- Mini lot (10.000$)
- Micro lot (1000$)

Untuk Direct Rates Pair

Direct rates pair adalah pair dengan USD sebagai akhiran(GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD), cara perhitungannya,

Profit / loss = (Harga Jual - Harga Beli) x contract size x lot

Contoh :
Buy 4 lot standard EUR/USD 1.2500 lalu Sell 4 lot standard EUR/USD 1.2570
Profit = (1.2570 - 1.2500) x 100.000 x 4
Profit = $2.800

Sell 1 lot standard GBP/USD 2.0010, Buy 1 lot standard GBP/USD 2.0000
Profit = (1.2010 - 1.2000) x 100.000 x 1 
Profit = $100 

Ada cara perhitungan mudah untuk pair yang berakhiran USD yaitu : 
keuntungan 1 point untuk 1 standard lot (100.000) adalah $10. 
keuntungan 1 point untuk 1 lot mini (10.000) adalah $1
keuntungan 1 point untuk 1 micro lot (1.000) adalah $0.1

Untuk Indirect Rates Pair

Indirect rates pair adalah pair dengan USD sebagai awalan(USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD), cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut :

Profit/loss = (Harga Jual - Harga Beli) / Harga Likuidasi x contract size x lot
Contoh :
Buy 1 lot standard USD/JPY 110.00 
Sell 1 lot standard USD/JPY 110.05
Profit = (110.05 - 110.00) / 110.05 x 100.000 x 1 = $45.43

Untuk mata uang Cross Rates

Pair yang tidak mengandung USD(GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP,dan GBP/CHF) cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut : 
Profit = (Harga Jual - Harga Beli) x Rate Base Currency Saat Ini / Rate Pair x contract size x lot
Contoh : 
Sell 1 lot standart EUR/GBP pada harga 0.6760 
(EUR/USD merupakan base currency dari EUR/GBP, karena bagian depan EUR /GBP adalah Base Currency)

Buy 1 lot standart EUR/GBP pada harga 0.6750 Rate EUR/USD : 1.1840 
Profit = (0.6760 - 0.6750) x 1.1840 / 0.6750 x 100.000 
Profit = $175,4 

Margin dan Leverage

Istilah margin leverage dalam forex margin trading berarti jika ingin melakukan trading sebesar $10.000, anda tak perlu menyediakan $10.000 tapi cukup menyediakan $100 ini berarti leverage 1:100. Sebagai dana jaminan kepada broker anda. Nilai leverage ini variatif biasanya dalam rasio 1:50, 1:100, dan 1:200

Jadi semisal anda memiliki cash $1000 di broker yang memiliki Leverage 1:100. Artinya anda dapat trading dengan jumlah hingga mendekati $100.000 (atau hampir 100 x lipat modal anda). Hal ini juga berarti bahwa untuk menggunakan contract size $100.000.

Keuntungan dari leverage adalah dengan modal lebih kecil anda dapat bertrading dengan jumlah contract size / lot yang sama dengan jika anda tak menggunakan Leverage. Atau dapat dikatakan, dengan modal yang sama besar, Anda dapat menggunakan contract size lebih besar daripada tak menggunakan Leverage. Maka dengan modal sama, anda memiliki peluang mendapatkan profit per pip yang lebih besar.

Pengertian Akun Demo Pada Trading Forex

Mungkin saat ini Anda masih baru tahu tentang forex(newbie), atau Anda dalam posisi sedang belajar tentang forex. Maka, ada baiknya Anda mengenal dahulu dengan apa yang disebut dengan dengan akun demo 

Definisi Akun Demo

Akun demo adalah jenis akun yg disediakan oleh mayoritas broker forex online, dimana dengan akun tersebut trader(newbie/pemula) bisa melakukan trading forex secara online seperti pada kenyataan yang sesungguhnya, namun tidak beresiko kehilangan uang atau modal. 

Trader bisa melihat pada aplikasi yang disediakan seperti apa yang sebenarnya terjadi pada pasar forex saat ini. Plus, trader juga dapat melakukan operasi open buy/close, berlatih strategi dan sebagainya secara lengkap dan menyeluruh. 

Namun, ada satu yang berbeda, yaitu pada sumber balance atau dana. Kalau pada akun demo, dana/balance adalah dimasukkan secara virtual saja atau dana mainan saja. 
Jadi: Apabila menang, keuntungan/profit juga tidak bernilai karena uang mainan/virtual saja. Sebaliknya apabila kalah, Anda juga tidak perlu mengganti ataupun rugi secara sebenarnya(uang sungguhan), jangan takut broker tidak akan menagih Anda untuk kerugian yg terjadi dalam akun demo ini :)

Tujuan Akun Demo

* Bagi yang masih baru sekali, akun demo akan memberikan gambaran yang sangat nyata, tentang trading forex online.
* Untuk mematangkan kemampuan dalam forex trading sebelum trader memutuskan untuk menggunakan akun real.
* Untuk beruji coba, atau membangun sistem trading dengan lebih leluasa, tanpa perlu takut untuk menanggung rugi apabila membuat kesalahan.
* Bagi yang ingin join ke broker, maka bisa mencoba akun demonya dulu untuk melihat bagaimana performa teknis(server,speed, dsb) dari broker. 


Cara Membuat Akun Demo

Umumnya tidak ada persyaratan khusus. Anda cukup registrasi di broker, lalu download dan instal aplikasinya ke komputer Anda. Registrasi ataupun aplikasi semua gratis. Anda bisa melakukan itu semua dengan sangat mudah dan cepat(tak sampai 10 menit). Dan Anda sudah bisa langsung melihat atau berlatih trading forex online.

Kesimpulan

* Akun demo adalah fasilitas gratis yang sangat banyak bermanfaat bagi trader/newbie untuk dapat melihat, belajar, dan mengenal lebih dalam tentang trading forex online.
* Karena hanya menggunakan uang virtual/mainan, maka resiko kekalahan secara fisik tidak ada.
* Walau akun demo memberikan gambaran yang hampir seperti kenyataannya, namun tidak berarti 100%. Tetap terdapat perbedaan dengan akun real. Terutama dari sisi psikologis, dan emosional. Trading dengan resiko, tentu akan memberikan tekanan yang sangat berbeda.

Mengenal Dasar-Dasar Investasi

  Investasi sering didefinisikan sebagai alat untuk penempatan uang atau modal dan bunga dengan cara membeli properti, saham, obligasi dan lain-lain, namun secara umum investasi dapat di artikan sebagai meluangkan/memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/manfaat di masa yang akan datang. Jadi pada dasarnya investasi adalah membeli sesuatu yang diharapkan tetapi bisa dijual kembali di masa yang akan datang dengan nilai harga yang lebih tinggi. (tanah, rumah, emas, mobil, dll)

Mengapa kita perlu berinvestasi?
 Ada banyak alasan untuk ini, salah satunya adalah persiapan masa depan melalui persiapan perencanaan kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan pada saat ini. Seperti kita tahu sejalan dengan waktu nilai mata uang bisa berkurang karena adanya inflasi, yaitu misalnya kenaikan harga barang dan jasa, inflasi inilah salah satu alasan utama mengapa kita perlu berinvestasi, baik atas dana atau aset yang sudah ada atau yang akan kita miliki agar harga atau nilai-nya dapat dipertahankan dan tentu saja diharapkan meningkat. 

Di bawah ini hal utama alasan berinvestasi yaitu:
  • Adanya faktor inflasi yg terjadi hampir setiap tahun, dan di negara manapun.
  • Adanya kebutuhan masa depan atau kebutuhan saat ini yang belum dapat terpenuhi
  • Adanya kebutuhan untuk melindungi nilai aset yang telah dimiliki
  • Adanya keinginan untuk menambah nilai aset yang sudah ada.

Resiko Investasi

Akhir-akhir ini banyak sekali orang melakukan investasi, baik investasi tanah, rumah, saham, obligasi, emas, dsb, tetapi semuanya itu memiliki pasti memiliki faktor resiko. Baik yg kecil, moderat, ataupun tinggi. Dimana keadaan di masa depan yang juga tidak pasti dan tak dapat diprediksi secara akurat.Hasil investasi yang didapat bisa saja tidak sesuai dengan harapan, bahkan bisa berlawanan dan menghasilkan kerugian, Dalam konteks inilah investasi menjadi bagian dari kehidupan, secara sengaja maupun tidak orang selalu berinvestasi, belajar, bekerja dan berbisnis. 

Jenis-jenis Investasi

Tabungan dan deposito
Memiliki tabungan di bank adalah cara investasi yang paling sederhana dan mudah, didukung dengan likuiditas dan memudahkan kita untuk mengambil sewaktu-waktu, bank juga relatif sangat aman, karena hingga kini simpanan di bank dijamin oleh pemerintah. Bank juga memberikan bunga, besar dari bunga tergantung pada jenis simpanan dengan prinsip semakin besar dan lama orang menyimpan dana di bank umumnya. Deposito sendiri mirip dengan tabungan namun dengan jangka waktu tertentu, bunga yang di tawarkan di deposito relatif lebih tinggi dari bunga tabungan. Jenis investasi deposito ini tergolong dalam resiko kecil.

Obligasi
Obligasi adalah sejenis surat hutang dengan jangka waktu tertentu. Obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah ataupun lembaga lainnya. Imbalan dari obligasi adalah modal pokok investasi plus kupon bunga, kupon bunga ini besarnya sudah ditentukan sekian persen dan umumnya lebih tinggi dari suku bunga bank ataupun surat berharga lainya yang dianggap aman, mengingat resiko obligasi yang relatif lebih tinggi. Pembayaran kupon bunga dilakukan secara berkala, misalnya 3 bulan atau 6 bulan atau tahunan. Pembayaran pokok investasi sendiri dilakukan saat obligasi jatuh tempo, yaitu tanggal dimana obligasi habis masa berlakunya. 

Saham
Saham merupakan bukti kepemilikan bukan surat utang. Membeli saham berarti memiliki sebagian dari perusahaan, artinya anda berbagi resiko dengan penerbit saham. Bila emiten mendapat laba, sebagian akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. 

Membuka usaha baru
Membuka usaha baru juga merupakan bentuk dari investasi. Alasan mengapa orang membuka usaha baru, selain potensi hasil yang tak terhingga juga bisa agar bisa melakukan pekerjaan yang benar-benar disukai, mengembangkan kreativitas individual dan juga mencapai kemandirian finansial. Perlu diingat bahwa resiko membuka usaha baru relatif besar, kerugian usaha bisa sampai pada kebangkrutan yang bisa lebih dari menghabiskan modal. Selain itu dibutuhkan juga dedikasi waktu, ketrampilan, keseriusan, determinasi dan mungkin juga bakat. 

Properti
Salah satu pilihan yang relatif aman, selama tidak ada resiko gejolak politik maka rumah/tanah tak akan berkurang. Juga potensi hasil investasinya yang berupa nilai jual yang terus meningkat dan hasil dari sewa. Berinvestasi di properti memerlukan jumlah dana relatif besar dan juga komitmen jangka panjang, karena meski nilainya akan terus meningkat, kendala likuiditas yaitu penjualan kembali properti yang tidak mudah dan memakan waktu yang cukup lama. 

Logam Mulia
Emas merupakan sarana investasi yang sangat mudah, selain bisa dijual kembali dengan harga relatif murah, harga emas juga terus meningkat dari waktu ke waktu, walaupun harga jualnya lebih rendah ada nilai guna yang telah dipakai. Pembelian emas juga melindungi dari depresiasi mata uang, karena harga emas meningkat seiring dengan inflasi hal ini mirip dengan menyimpan dana dalam bentuk valuta asing, keduanya sama-sama melindungi dari resiko penurunan nilai mata uang. 

Kolektibel
Investasi dalam bentuk benda-benda koleksi seperti karya seni, meskipun banyak pertimbangan non-ekonomi dalam investasi dibidang ini, namun perlu diingat bahwa nilai untuk barang kolektibel meskipun cenderung naik tapi tak terukur, dan juga kendala likuiditas dimana sulit menjual kembali dan memperkirakan nilai jualnya. 

Pasar Berjangka 
Pasar ini muncul dari timbulnya transaksi forward, yaitu transaksi dilakukan hari ini tetapi pembayaran dan penyerahan komoditas dilakukan di kemudian hari yang telah ditetapkan. Transaksi ini melindungi pembeli dan penjual dari fluktuasi harga yang tidak diharapkan. Perbedaan waktu antara transaksi dengan penyerahan komoditas yang bisa sampai berbulan-bulan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk memperdagangkan kontrak forward tersebut. Spekulan ini tidak memproduksi /mengkonsumsi produk tersebut, kontrak diperdagangkan dengan harapan keuntungan dari fluktuasi harga dimasa datang akibat perubahan pasokan. Pasar berjangka ini semula hanya diproduk komoditas, namun kemudian meluas ke pasar modal, pasar uang dan valas.

Reksa Dana 
Bagi seseorang yang ingin investasi di pasar uang atau pasar modal tetapi tidak mempunyai keahlian atau tidak mempunyai waktu dapat berinvestasi di reksa dana. Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari para investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke berbagai instrumen investasi. Instrumen investasi yang bisa dipilih ada bermacam-macam misalnya obligasi, saham atau campuran antara obligasi dan saham. Selain itu reksa dana berbasis instrumen hutang jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun yaitu reksa dana pasar uang. 
Untuk masa depan anda, mulailah investasi dari sekarang.

Mengetahui Resiko Trading Forex

Dalam dunia investasi pasti tidak dapat lepas dari resiko. Hukum yang berlaku adalah semakin besar potensi keuntungan, maka semakin besar pula potensi resiko. Ya 'risk and reward' berbanding lurus. Atau mungkin kalimat yang sering kita dengar adalah 'High Risk High Gain' dan kebalikannya 'No Risk No Gain'.

Bagaimana dengan forex? Forex tergolong dalam jenis investasi dengan resiko yang paling tinggi. Hal ini sudah pasti, dan bila Anda cari di artikel manapun pasti mengutarakan hal ini.

Statistik berbicara bahwa, 90% trader akan berakhir dengan kekalahan. Wih, ngeri bukan... Ya ini adalah faktanya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita, Anda, harus memahami dan memaknai secara benar informasi statistik diatas. Atau bisa pula diumpamakan hanya 1 orang yang berhasil, dari 10 orang yg terjun ke dalam trading forex. 
Jadi bisa disimpulkan bahwa trading forex itu dari probabilitasnya untuk menang rendah, dan juga point kedua, trading forex itu tidak mudah.

Yang mungkin terasa menggelikan adalah: Justru dengan adanya fasilitas-fasilitas dalam trading forex, malah membuat trading forex itu sendiri menjadi sangat beresiko. Apa itu? salah satunya adalah apa yang di sebut margin 

Margin trading adalah sistem dimana memungkinkan trading dilakukan hanya dengan menggunakan jaminan saja(margin=jaminan). Dengan menggunakan sistem ini trader memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan besar walau hanya dengan modal kecil. Kok bisa? mari kita lihat contoh berikut ini. Semisal harga pair GBP/USD : 1.6000, modal 10.000 pound, dengan pergerakan perhari 100-200 pips. Maka contoh perhitungan keuntungan ketika profit adalah (1.6200-1.6000) X 10.000 pound = 200 pound.

Bagaimana kalau dengan menggunakan sistem margin
Dengan sistem margin, Anda bisa melakukan trading hanya dengan seperbagian dari modal yang seharusnya. Misal broker menerima margin 1% maka pada contoh diatas Anda jadi bisa melakukan trade diatas hanya dengan modal 1% x 10.000 pound = 100 pound saja, dan dengan potensi keuntungan tetap sama yaitu sd 200 pound.
note: dalam forex 1%(1:100) ini juga biasa disebut leverage. Pada broker-broker tertentu ada yang memfasilitasi leverage hingga(1:500)

Nah dari fenomena margin tersebut, apa yang bisa kita maknai: sederhana saja, dengan modal 100 pound potensi + atau - adalah 200 pound per hari, jadi modal anda bisa lenyap hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, atau menit. Jadi sebaiknya Anda benar-benar memperhatikan hal ini.
Masih ada hubungannya dengan sistem margin trading ini. Dengan sistem margin, maka kita dapat melakukan trading hanya dengan modal yang kecil. Dalam prakteknya modal kecil justru dalam banyak kasus mengakibatkan trader-trader menderita kekalahan. Hal ini bisa dibaca pada artikel selanjutnya di seputarforex.

Hal lain yang memperbesar resiko adalah: kemudahan-kemudahan seorang trader untuk bisa memulai melakukan trading forex dengan cepat dan sangat mudah. Ya, saat ini broker-broker sangat memanjakan trader baru(akan mulai) dengan kemudahan bahkan dengan plus bonus dsb. Seorang trader bisa memulai trading hanya dalam hitungan hari bahkan jam kalau mau. Dunia forex adalah dunia dimana trader harus benar-benar mengerti dan memerlukan pembelajaran. Terlalu cepat masuk sama saja dengan bunuh diri, bisa dipastikan dana/modal akan bablas. Dalam kondisi dimana kita hanya memasukkan sedikit dana justru bisa menjadi bahan pembelajaran yang sangat efektif. Tetapi gimana kalau ternyata dana yang dimasukkan dalam jumlah yg sangat besar. Tentu sangat menyakitkan sekali, apalagi jika itu terjadi dalam waktu yang singkat.


Forex adalah model investasi/trading high risk. Ketidaktahuan akan membuat faktor resiko membesar, sebaliknya semakin dalam pengetahuan, akan membuat keuntungan yang lebih menjanjikan.

Oleh karenanya sabar dan jangan terburu-buru untuk menerjuni dunia trading forex. Jangan tergiur oleh janji-janji profit dan incomen financial yang spektakuler. Memang hal ini akan menjadi pemicu atau daya penggerak yang kuat, namun tanpa diimbangi oleh informasi yang benar, hal ini seperti dengan 'orang buta yg semangat berlari menuju jurang'

Analisa The Candlestick

Untuk memulai sebuah analisa, kita harus mampu membaca grafik terlebih dahulu. Grafik yang biasa dipakai adalah sebuah grafik sederhana antara harga vs waktu. Sumbu “X” sebagai waktu dan sumbu “Y” sebagai harga.
Perhatikan gambar dibawah ini. Ini disebut “ Candlestick Chart” karena bentuknya yang seperti lilin. Untuk grafik, saya mengambilnya pada www.netdania.com, penyedia realtime chart untuk forex. Anda dapat mengaksesnya dengan cuma-cuma.
Grafik ini dibuat pada abad ke 17 oleh orang-orang Jepang yang awalnya digunakan untuk memantau pergerakan harga pada produk-produk komoditi. Steven Nison dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan chart model ini. Sifatnya yang sangat representatif karena terdiri dari High, Low, Open dan Closing Price membuat grafik ini paling populer dipakai oleh para analis forex. Jika Anda terbiasa dengan produk-produk sekuritas, grafik ini tidak pernah digunakan untuk memantau harga. Kenapa? Sederhana, harga sekuritas hanya memerlukan closing price saja tidak seperti pada forex trading.
Mari saya bantu Anda memahaminya (dulu saya harus belajar memahami grafik ini sendirian tanpa ada seorang pun mau mengajari saya…). Sebenarnya ada lagi jenis grafik lainnya seperti bar chart, dot chart, line chart, dan lainnya. Tapi yang paling representatif ya ini.. si candlestick ini.
Gambar diatas adalah grafik untuk nilai tukar GBP/USD. Jika Anda melihat garis biru putus-putus dibagian atas itu adalah harga terakhir dari nilai GBP/USD yaitu sebesar 1,8238. Artinya satu GBP harganya USD 1,8238 (ingat cara membaca  quote yang pernah saya terangkan di modul sebelumnya!). Lihat juga tulisan kecil di bagian kiri atas yang tertulis “1 hour”. Itu artinya satu candle (satu batang, gitu lho maksudnya….) mewakili pergerakan harga untuk satu jam.
Interpretasi candlestick didasarkan “pattern” yang ada. Candle yang berwarna hijau artinya harga bergerak naik atau closing price lebih tinggi nilainya dibanding opening price. Sebaliknya, candle berwarna merah artinya harga bergerak turun atau clsoing price lebih rendah nilainya dibanding opening price. Lalu apa garis vertikal diatas dan dibawah dari candle itu? Itu adalah highest price dan lowest price selama periode yang diberikan. Dalam contoh diatas adalah harga terendah dan tertinggi untuk setiap jamnya karena periode yang digunakan adalah per-jam.
Jika memakai istilah Bullish dan  Bearish maka yang berwarna hijau adalah Bullish pattern dan yang berwarna merah adalah Bearish pattern. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini:
Jangan heran bila Anda menemui warna yang berbeda untuk kedua harga diatas misalnya biru dengan merah. Tidak masalah, bergantung masing-masing chart provider dalam memberikan warna.
Nah, sekarang perhatikan gambar dibawah ini:

Ini adalah candlestick untuk EUR/USD dengan periode daily/harian. Begini cara membacanya: Pada tanggal 20 terjadi penurunan harga dibandingkan hari pembukaannya yaitu dari 1.2210 ke 1.2131 (candle merah persis diatas tulisan oranye yang saya buat). Itu berarti ada perubahan harga sebesar 79 point pada tanggal 20 tersebut. Pada hari berikutnya yaitu tanggal 21 terjadi kenaikan harga yaitu dari 1.2131 menuju ke 1.2186 (candle berwarna hijau tepat dibawah tulisan ungu yang saya buat). Nah begitu seterusnya.
O ya, sekarang muncul pertanyaan, apakah opening price itu harus sama nilainya dengan closing price pada hari sebelumnya? Tidak! Tidak harus, dan kenyataannya sering terjadi bahwa opening price berbeda dengan closing price pada hari sebelumnya. Ini seringkali terjadi bila melewati hari libur (Sabtu dan Minggu) ada jika ada kejadian khusus. Ketidak samaan ini biasa disebut “gap.” Gap ini ada gunanya dalam memprediksi harga dan ada jenisnya pula. Nanti saya jelaskan kegunaan gap. Tapi untuk sementara pengertian kita sampai disini saja dulu.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah:
Nah sampai disini dulu perkenalan dengan si candlestick. Pada bagian setelah ini akan saya terangkan formasi-formasi apa saja yang ada pada candlestick.